Selamat Jalan Franky Sahilatua …

Indonesia kehilangan satu lagi musisi berbakat dan humanis, Franky Hubert Sahilatua yang dikenal dengan Franky Sahilatua telah tutup usia. Si ‘Perahu Retak’ itu kini berlayar ke sisi-Nya.
Terjunnya Franky ke dunia musik adalah sebuah ketidaksengajaan. Cita-cita Franky belia kala itu ingin menjadi pelaut. Namun kedua orangtuanya, Hubert Johannes Sahilatua dan Theodora Joveva Uneputi-Sahilatua tak memberi izin.
Pria kelahiran Surabaya, 16 Agustus 1953 itu kemudian berkuliah di Akademi Akuntansi Surabaya. Tapi, musik telah memberi Franky pemasukan. Uang tersebut kemudian ia tabung sebagai modal ke Jakarta. Franky ingin masuk dunia rekaman.Franky kemudian merilis album ‘Senja Indah di Pantai’ berduet dengan sang adik Jane Sahilatua pada 1975. Bersama Jane, Franky menelurkan 15 album di bawah label Jackson Record. Sekitaran 1992-1993 lahirlah lagu-lagu kenamaan Franky yaitu ‘Perahu Retak’, ‘Orang Pinggiran’, ‘Terminal’ dan ‘Di Bawah Tiang Bendera’. Read more of this post
Advertisements

Dari Giga sampai Terrabyte

 

teraKebutuhan personal akan memori pada semua perangkat berteknologi digital saat ini sudah melesat jauh. Perkembangan yang sangat cepat ini terkadang tidak dirasakan sehingga tidak mengherankan apabila masih ada sebagian masyarakat yang masih mengandalkan perangkat seperti floppy disc atau disket.

Memori selebar kuku jari tangan yang sudah diproduksi massal sudah tersedia dalam kapasitas sampai 8 gigabyte (GB). Demikian pula jenis flash disc penyimpan data mobile dengan antarmuka USB, kapasitas yang sudah lebih dari 5.000 kali ini dari disket standar yang selama ini digunakan.

Bentuk yang mungil jelas bukan lagi ukuran walau pengguna komputer kebanyakan lebih menggunakan rasa untuk mengukur. Sulit dibayangkan memori jenis microSD yang tipis itu kapasitasnya lebih dari 5.000 disket, yang jika ditumpuk tingginya lebih dari 10 meter.

Read more of this post

Krisis Ancam Pembangunan Infrastruktur

 

antenaAntara percaya dan tidak percaya bahwa krisis ekonomi global akan berpengaruh bagi pembangunan di negeri yang baru akan bangkit dari keterpurukan. Bahkan, masyarakat masih belum merasa lepas dari kesulitan sehingga mereka tidak peka lagi terhadap ancaman-ancaman itu.

Seharusnya tahun 2009 sudah menjadi tahun awal perubahan dalam sektor industri komunikasi dan informatika. Paling tidak dari jadwal semula infrastruktur berbasis IP yang menjadi dasar komunikasi modern sudah tergelar sampai ke dunia internasional dengan kapasitas yang cukup.

Konsentrasi selanjutnya lebih pada pengembangan, seperti proyek Palapa Ring yang sangat didambakan, terutama untuk masyarakat kawasan timur. Program lainnya adalah universal service obligation (USO) untuk membangun jaringan sampai tingkat pedesaan, bahkan proyek ini sedang memasuki tender ulang, belum termasuk implementasi pembangunan sarana WiMAX Indonesia.

 

Menteri Komunikasi dan Informatika telah memberi perhatian khusus, di antaranya langsung mengutus pejabat tingginya untuk mengunjungi kawasan pembangunan infrastruktur di kawasan terpencil. 

Read more of this post