Selamat Jalan Franky Sahilatua …

Indonesia kehilangan satu lagi musisi berbakat dan humanis, Franky Hubert Sahilatua yang dikenal dengan Franky Sahilatua telah tutup usia. Si ‘Perahu Retak’ itu kini berlayar ke sisi-Nya.
Terjunnya Franky ke dunia musik adalah sebuah ketidaksengajaan. Cita-cita Franky belia kala itu ingin menjadi pelaut. Namun kedua orangtuanya, Hubert Johannes Sahilatua dan Theodora Joveva Uneputi-Sahilatua tak memberi izin.
Pria kelahiran Surabaya, 16 Agustus 1953 itu kemudian berkuliah di Akademi Akuntansi Surabaya. Tapi, musik telah memberi Franky pemasukan. Uang tersebut kemudian ia tabung sebagai modal ke Jakarta. Franky ingin masuk dunia rekaman.Franky kemudian merilis album ‘Senja Indah di Pantai’ berduet dengan sang adik Jane Sahilatua pada 1975. Bersama Jane, Franky menelurkan 15 album di bawah label Jackson Record. Sekitaran 1992-1993 lahirlah lagu-lagu kenamaan Franky yaitu ‘Perahu Retak’, ‘Orang Pinggiran’, ‘Terminal’ dan ‘Di Bawah Tiang Bendera’.
Franky senang sekali membicarakan lingkungan sekitar. Lagu ‘Kemesraan’ pun merupakan satu dari puluhan karya Franky. Iwan Fals yang mempopulerkan lagu tersebut. Belakangan, Franky banyak terlibat dalam pertunjukan dengan tema sosial dan nasionalisme.

Hingga pada 1 Agustus 2010 lalu Franky sakit dan dibawa ke Singapura untuk mendapatkan perawatan. Menurut diagnosa ternyata Franky menderita kanker sumsum tulang belakang. Menjelang kepulangannya ke Indonesia, kaki Franky malah lumpuh.
Tumor yang semakin membesar menjepit saraf tulang belakang Franky. Surutkah semangatnya? Menyerah tidak pernah ada dalam kamus kehidupan Franky. Dana pun terkucur dari sahabat-sahabat yang ingin melihat si ‘Perahu Retak’ itu meluncur kembali.
Setelah 7 bulan dirawat di Singapura, pada 17 Februari 2011 Franky kembali ke Tanah Air. Kesehatannya pun naik turun hingga pada 16 April Franky dilarikan ke Rumah Sakit Medica Permata Hijau, Jakarta Selatan.
Sayang Tuhan berkehendak lain, Franky menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (20/4/2011) pukul 15.15 WIB di usia ke-57. Hingga akhir napasnya pun Franky tetap berjuang.
Menurut sang istri, Harwantiningrum, Franky tak pernah meninggalkan musik walaupun dalam keadaan sakit keras. Beberapa lagu telah diciptakan Franky dalam masa tersebut.
Meski Franky kini telah tiada, karyanya akan tetap hidup. Semangatnya akan tetap membara.

Perahu negeriku, perahu bangsaku
Jangan retak dindingmu
Semangat rakyatku, derap kaki tekadmu
Jangan terantuk batu

Tanah pertiwi anugerah ilahi
Jangan ambil sendiri
Tanah pertiwi anugerah ilahi
Jangan makan sendiri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: